Panen Bersama di Desa Batu Betumpang, Kab. Bangka Selatan
Bangka Selatan, Rabu (07/01/2026) — Sawah Mandiri Benih Gapoktan Dungun Raya, Desa Batu Betumpang, Kecamatan Pulau Besar Kabupaten Bangka Selatan menjadi salah satu titik panen bersama dan pengumuman swasembada pangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Kegiatan ini dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Bangka Selatan Zhamronie, Dandim 0432/Bangka Selatan Kolonel Infanteri Agus Wicaksono, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Kepulauan Bangka Belitung, Dinas Pekerjaan Umum, Bulog, Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, BPSMB, para penyuluh pertanian, Camat Pulau Besar, Kepala Desa Batu Betumpang, Gapoktan, serta para petani.
Dalam sambutannya, Staf Ahli Bupati Bangka Selatan menyampaikan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung program swasembada pangan sebagai bagian dari program strategis nasional. Melalui momentum panen bersama ini, diharapkan para petani semakin bersemangat dalam mengelola lahan persawahan secara berkelanjutan. “Dukungan pemerintah diwujudkan melalui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), penyediaan benih unggul, perbaikan jaringan irigasi, serta pembangunan pompa air. Ini merupakan komitmen nyata untuk membawa sektor pertanian Bangka Selatan semakin maju,” ujarnya.
Sementara itu, Dinas Pertanian Bangka Selatan berharap seluruh lahan sawah yang ada dapat dimaksimalkan pemanfaatannya. Lahan yang belum tergarap diharapkan dapat diambil alih pengelolaannya oleh desa melalui program Brigade Pangan, sehingga potensi pertanian dapat dimanfaatkan secara optimal.
BBRMP Babel yang dihadiri Sugito, SP, menyampaikan bahwa keberhasilan swasembada pangan salah satunha tidak terlepas dari penerapan budidaya yang baik sehingga ada komitmen dari petani untuk menanam padi secara berkesinambungan. Penerapqn teknologi berkorelasi dengan provitasyang optimal dan keuntungan yang besar imbuhnya.
Melalui program Mandiri Benih, diharapkan ketergantungan terhadap benih dari luar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat dikurangi. Program ini juga memudahkan akses petani terhadap benih bermutu, sekaligus mendukung kemandirian dan keberlanjutan sektor pertanian di Bangka Selatan.